01, Desember, 1961 – 01, Desember, 2021 – selamat hari kemerdekaan Bangsa West Papua yang ke 60 tahun.
aku bintang kejora aku rasa melanesia rambut keriting dan kulit hitam karena aku burung cendrawasih kenal lah aku karena aku punya adat dan budaya tersendiri kau tidak bisa memaksaku walau pun dengan ancaman-ancamanmu tidak akan sanggup membunuh pikiranku karena aku PAPUA! kau tidak akan bisa memaksaku meskipun dengan penjara, dengan teror, dengan kematian, dengan kolonialmu tidak akan bisa mampu membikin redup semangat kemerdekaanku karena aku PAPUA! karena aku PAPUA! kalian harus jujur pada sejarah kalian sendiri, hai kolonial! kalian harus tahu malu dan tahu terimakasih atas solidaritas dari negeri belanda atas kemerdekaan Bangsa kalian, hai Bangsa fasis dan rasis! kalian tidak akan bisa memaksaku untuk menjadi patuh karena aku PAPUA! aku telah merdeka inilah hari kemerdekaan Bangsaku, Bangsa Papua!
kenal lah aku hei, kolonial kenal lah aku, aku ini PAPUA! burung cendrawasih! Bintang Kejora! akan terus berkibar MERDEKA…!!!
Selamat ulang tahun persekutuan Gereja-gereja baptis west Papua. ( PGBWP) 28 Oktober 1956- 28 Oktober 2020.
Selamat ulang tahun persekutuan Gereja-gereja baptis west Papua. ( PGBWP) 28 Oktober 1956- 28 Oktober 2020. Terima kasih Tuhan Allah sebagai pemilik sumber kehidupan di semesta ini kami sebagai umat baptis mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas penambahan Usia Gereja baptis se West Papua.
Kami sebagai generasi penerus Gereja Baptis mengucap syukur kepada Tuhan atas penambahan usia dan kirangnya didalam penambahan usia ini agar kita terus bertumbuh didalam Allah menjadi generasi yang takut akan Tuhan bahkan bertumbu didalam Gereja agar kita boleh dipakai Tuhan di kemudian hari nantinya menjadi pemimpin-pemimpin yang hebat dan tangguh.
Bahkan juga kami generasi penerus baptis menyampaikan banyak terima kasih kepada misionaris yang di pakai Allah dan diutus untuk datang membawa Injil bagi umat baptis di tanah Papua west Papua .
Kami generasi penerus baptis menyampaikan banyak terima kasih kepada Pendahulu orang tua kami yang menerima Injil. Atas pengorbanan orang tua kami, sehingga hari ini kami generasi muda baptis baik, sehat, dan kuat. Karena pengorbanan TUA-TUA (sebagai pendahulu menerima Injil); Maka kami tak lupa menyampaikan banyak terima kasih sebab pengorbananya membuat umat baptis mengenal,menerima, menjadi manusia yang dipakai Allah dan hiduppun didalam Allah.Kirangnya dengan adanya penambahan usia gereja Baptis ini agar kita terus memprioritaskan kader-kader pemuda baptis menjadi kader yang siap dipakai Allah dan menjadi kader yang loyal demi masa depan Gereja babtis sewest papua.
Photo Gambar prantara Pertapa (Perempuan Tanah Papua)Karya; Rini Irmayasari* Jika aku punya tangan,Ingin kutampar para pemotong serat – serat tubuhku,Ingin kugampar para penambang daging dan darahku,Ingin kutinju wajah para penjual dan penggadaiku Sayang seribu sayang,Aku tak punya tangan, Tak bisa ‘lap, tumbu dalam muka, tampeleng, pilang’ mereka. Jika aku punya kaki,Ingin kuberanjak sekian kilometer dari posisi tidurku, Agar mereka yang selalu bicara manis demi dapatkan tubuhku,Terdiam dan sadar bahwa aku tak menginginkan mereka. Sayang seribu sayang,Aku tak punya kaki, Hingga masih saja ‘dapa paku’ dan ‘dapa kurung’ dalam penjara kasat mata.Jika aku punya pinggul,Ingin kugoyangkan dengan keras, Menghempas tangan – tangan kotor itu,Kala mereka menggerayangiku. Sayang seribu sayang,Aku tak punya pinggul, Hingga kuku – kuku penuh kuman itu tertancap mulus; Merobek kulit. Jika aku punya gigi,Ingin kumakan para penjilat yang menjual keperawananku,Ingin kumamah pedagang – pedagang tubuh dan selaput darah;Ingin kucabik para pembual politik. Sayang seribu sayang,Aku tak punya gigi,Hingga bibir dan lidahku terus dikulum mereka. TAPI … Aku masih punya mata,Untuk melihat kebuasan dan kebrutalan mereka di tubuhku. Aku masih punya jantung,Untuk memompa darah cinta ini ke seluruh sel tubuhku yang terperkosa. Aku masih punya hati,Untuk menyaring racun –racun kepahitan hidup. Aku masih punya telinga,Untuk mendengarkan jeritan lapar bocah – bocah dusun sagu. Aku masih punya otak,Untuk menerjemahkan persepsi inderaku tentang penderitaan. Aku masih punya hidung,Untuk mengendus tubuh – tubuh penuh kuman kekerasan dan keserakahan. Aku masih punya lidah,Untuk mengecap nafsu, ketamakan, cinta diri sendiri, kerakusan dalam cumbuan hangat. Dan aku … Perempuan tanpa tangan, kaki, pinggul dan gigi iniMasihpunya S-U-A-R-A!!! Untuk bicara, menjawab, bertanya, menjerit, memaki, menyumpah, melengking, tertawa, berteriak, menyapa, dan bilang, “Stop tipu sa suda!!!” Karena aku, perempuan ini adalah “PERTAPA”Aku PERempuan dan namaku ‘TAnah PApua” Surabaya, 19 Agustus 2020
H.Budi endarto,SH.,M.Hum terimakasih atas segala bantuan bama/ sembako menyampaikanya lewat postingan tersebut Berkat tayangan tersebut, doa dan dukungan yang didapat oleh kini semakin banyak.
Surabaya o4/15/2020
Saling asah Asih senantiasa dilaksanakan oleh aktivitas akademik dalam proses kehidupan saat kita semua mendapatkan cobaan Alias Covid19
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami Mahasiswa papua universitas Wijaya Putra surabaya,Akibat pandemi COVID-19 ini, Bantuan dari KAMPUS UNIVERSITAS WIJAYA PUTRA SURABAYA, Surabaya, Kamis (04/06/2020).
Surabaya 04/06/2020
Paket sembako tersebut diserahkan langsung Kepada Mahasiswa papua universitas Wijaya Putra surabaya bertempat di Kampus Universitas Wijaya Putra surabaya kamis (04/06/2020).
salah satu penerima sembako sangat berterimakasih atas pembagian sembako yang dilakukan Kampus Universitas Wijaya Putra surabaya . Sembako ini, menurut Kami Mahasiswa papua universitas Wijaya Putra surabaya, tentunya sedikit banyak akan membantu kebutuhan sehari-hari.
“Terimakasih pak Rektor (H.Bidi Endarto, SH, M. Hum)universitas Wijaya Putra surabaya, terima kasih karena telah peduli terhadap kami Mahasiswa papua universitas Wijaya Putra surabaya,membutuhkan. Semoga bapak Rektor dan pihak kampus terus berkembang, dan kedepan bisa terus membantu kami terutama Mahasiswa papua universitas Wijaya Putra surabaya
Adapun isi paket bahan makanan yang dibagikan kepada kami yang telah mendapatkan sembako tersebut, terdiri Beras, 5 Kg Mie sedap 5, mie instan 5 bungkus
Pengurus Kampus Universitas Wijaya Putra surabaya mengatakan, kegiatan terdampak covid 19 bagi sembako yang dilaksanakan ini wujud kepedulian masyarakat setempat masyarakat, terutama kami Mahasiswa papua universitas Wijaya Putra surabaya
Bapak Rektor universitas Wijaya Putra surabaya,H.Budi,Endarto, SH.M.Hum berharap, kepada kami penerima paket sembako tersebut bisa menerima dengan baik dan manfaatkan bantuan sembako dengan sebaik mungkin.
“Kami seluruh Mahasiswa papua universitas Wijaya Putra surabaya,ucapkan terima kasih kepada pihak Kampus, ini bentuk kepedulian kepada kami mahasiswa papua universitas Wijaya Putra surabaya
Hidup adalah proses dan tidak selalu berjalan terus. Ada kala kita meski istirahat: mengumpulkan tenaga untuk meghadapi kehidupan selanjutnya. Istirahat bukan berarti kalah, istirahat hanyalah pematangan strategi dan evaluasi langka untuk mencapai hasil yang lebih baik. Karena, setelah layar berkembang pantang surut kembali. Tantangan demi tantangan harus kita hadapi karena itulah proses. Banyak orang yang tidak menyukai proses, begitu lahir langsung ingin di puncak. Orang yang demikian tidak menikmati kebahagiaan namun mudah terpeleset atau tergelincir. Bagaimanapun yang ia miliki hanyalah fondasi kehidupan yang begitu rapuh dan kusam. Mereka yang menyukai tantangan dan rintangan berarti telah memilih proses sebagai jalan sebelum meraih puncak. Bagi mereka kedua hal itu bukan dihindari, tapi untuk dihadapi. Jatuh bangun dalam kehidupan adalah hal biasa. Kegagalan demi kegagalan adalah guru yang bijaksana. Mereka yang cepat merasa puas, kendati baru mencapai perjalanan hidup. Orang-orang itu telah berani memulai, tetapi begitu melihat indahnya sebatang emas mereka begitu terpesona dan memutuskan berhenti untuk lekas menikmati jerih payahnya. Orang ini adalah tipikal orang yang akan berhenti berjuang sebelum meraih puncak. Baginya langkahnya sudah cukup, ia tak merasa tertarik untuk terus berproses karena takut terpeleset atau terluka lebih parah. Ia tahu tantangan didepannya pasti lebih rumit dan terjal, sehingga memutuskan berhenti saja. Sungguh sayangnya!!!
saya melihat kebersamaan dan kekompakan diorganisasi (UKM VOLLY SMATR UWP) “Universitas wijaya putra surabaya Betul-betul adem, sejuk, dan indah dipandang mata. Tak ada istilah senior dan junior. Semuanya sama-sama saling mengisi bila ada di antara anggota yang merasa kekurangan, saling belajar, saling membantu satu sama lain. Betul-betul indah. Itulah yang saya rasakan.dan saya bersyukur karena saya bisa dapat pangalaman dan saya Bisa tau arti kebersamaan & kekompakan
#Ukm volly #guyudansportif
Kami yang bergabung dalam organisasi “UKM VOLLY SMART” UNIVESITAS WIJAYA PUTRA SURABAYA, adalah berasal dari berbagai daerah dan suku. Di antaranya, dari Papua, NTT, Sulawesi, NTB, Jawa, dan Kalimantan. Meskipun berasal dari daerah dan pulau yang berbeda, namun dalam kesehariannya seolah seperti keluarga sendiri. Sebab, itu juga bagian dari ajaran organisasi itu, yaitu saling merangkul, memahami, menjaga solidaritas dan kekeluargaan. Juga, satu poin penting yang masih saya ingat hingga kini, adalah bahwa memang kalau sudah masuk di dalam dunia organisasi, apa pun namanya, itu sudah menjadi tugas dan kewajiban bersama agar menjaga nama baik organisasi yang dimaksud. Siapa pun itu harus betul-betul memerhatikan yang satu ini.
Berbagi Motivasi untuk Ingin Hadir untuk Menginspirasi Anak-Anak di Pedesaan
Berbicara tentang pendidikan di Papua tidak ada habisnya, prestasi anak-anak desa sering terdengar, dalam keberuntungan atau di perkotaan dan luar negeri.
Tapi tahukah Anda, banyak calon generasi masa depan Papua yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga mereka, tidak hanya mereka yang seharusnya dalam pendidikan tetapi juga sibuk mencari nafkah untuk menghidupi keluarga mereka.
Itu terjadi tidak hanya di kota-kota besar yang sering dilihat oleh media, tetapi kondisi serupa terjadi di daerah pedesaan di mana banyak anak pergi ke sekolah tetapi akhirnya harus berhenti karena mereka tidak dapat membayar uang, meskipun ada BOS untuk sekolah dasar, junior, dan sekolah tinggi masih biaya sekolah tidak 100% gratis, dari pembelian buku yang dimiliki sekolah, pakaian dan sebagainya.
Di pagi hari penduduk desa mencoba menginspirasi dan menginspirasi kepercayaan diri.kepada anak-anak, omong-omong Anda memberi tahu kami bahwa sekolah itu penting, karena ada begitu banyak yang bisa dipelajari dari persahabatan, kejujuran, bagaimana kita menghadapi masalah jika tertekan, bagi orang-orang berpendidikan ketika sedang marah dia akan berpikir saya, berbeda dengan yang tidak bersekolah akan melakukan hal-hal bodoh yang menurutnya benar, mulai sekarang kembali ke sekolah, abaikan saja temanmu yang mengejek di sekolah.
Jika kita berhasil, mereka akan tetap mengejek kita, meskipun kita berasal dari desa, tetapi ketahuilah bahwa penduduk desa paling sukses karena perjuangan, doa, dan pengalaman hidup yang mereka peroleh, membenarkan di dalam hatimu bahwa kamu akan menjadi orang dalam kehidupan ini.Jangan khawatir tidak punya uang jika Anda ingin pergi ke sekolah, karena banyak beasiswa yang bagus untuk sekolah.Lanny jaya distrik Dimba, Kululome, Nikoge yang memberikannya kepada siswa yang memiliki tingkat mengingat tinggi tetapi tidak berprestasi.Ikuti organisasi yang akan membentuk karakter Anda hingga nanti.
PAPUA ADALAH satu kalimat mengatakan bahwa salam semua ,sepertinya ,dikatakan dalam bahasa, yaitu KAONAK, disebutkan bahwa selamat siang atau juga kaonak selamat atau selamat pagi ataupun selamat malam ,atau selamat jalang ,salah satunya ciri-ciri code salam papua ini ,sangat menarik juga bagi orang laing ,salam papua sangat munda mempelajari ,kalimat dan salamnya yuga tidak rumit ,salam papua ini tidak terhilang karnan salam ini yang menyadi terkenal bagi orang siapa saya dan yuga ,maharishi-mahasiswa papua yang sedang menutuk ilmu di negeri orang atau di merantau yuga masih di pakai biar begitu di negeri orang ,tetap mereka di pakai salam papua ,apalagi orang -orang yang sudah pernah ke pulau papua ,mereka sudah mengetahui juga dan mereka sangat senang yuga bahwa salam papua adalah salam yang terbaik yuga ,biare begitu pagi atau siang ,atau malam ,atau sore bisa dikatakan satu kaluimat yaitu KAONAK,,
ADA JUGA SALAM PAPUA DISEBUT KINAONAK
KINAONAK ,ADALAH ,selamat siang atau selamat malam ,ataupun selamat pagi dan sore ,,topik ini amper sama dengan topik pertama tetapi bedah uruf yang ada diatas topik pertama dan,,topik kedua ijalah ditambah dua uruf yaitu I dan N maka di bacah kinaonak ,,kinaonak ini disebut bahwa selamat siang semuanya atau selamat ,ketiga saudarah kami beberapa orang yang beryalang maupung maupung ketemu di berikan salam bahwa kinaonak yaitu disebut bahwa selamat sore kamu semua atau selamat pagi kamu semua ataupung selamat malam kamu semua itu yang di katakan kinaonak ada yuga disebut kinaonak norewi yaitu selamat sore teman -teman maka mereka akan balas bahwa kinaonak yaitu selamat sore yuga teman ,oleh sebab itu kata salam papua kata yang bisa mengunakan dalam sehari-sehari ,,dalam arti seorang penduduk adminterasis ke penduduk lain bisah mengikuti bahasa papua ,,yaitu penduduk lain penduduk papua mudah mengetahui berbahasa daerah papua
“Dari SD sampai di Perguruan Tinggi, saya diminta hafal Pancasila, saya hafal. Saya diminta hafal Sumpah Pemuda saya hafal. Diminta hafal GBHN saya hafal. Saya diminta hafal lagu Indonesia raya, saya hafal. Diminta untuk menghormati bendera merah putih, saya hormati. Diminta hafal nama para pahlawan Indonesia saya hafal. Diminta ikut upacara Hari Kemerdekaan Indonesia saya ikut.
Dan sekarang, saya diminta tunduk dan setia pada NKRI, tapi saya minta maaf. Karena saya tahu semuanya tidak pernah diwariskan TUHAN kepada leluhur dan nenek moyang saya. Karena tidak pernah diwariskan sebagai nilai-nilai luhur oleh leluhur dan nenek moyang saya.
Ini semua hampa dan kosong. Ini semua merusak warisan nilai-nilai luhur leluhur dan nenek moyang bangsa West Papua. Saya dipaksa terima budaya orang Melayu, sejarah orang Melayu dan pahlawan orang Melayu.
Hari ini saya sadar. Hari ini saya tahu. Hari ini saya mengerti. Hari ini saya rasa dipermainkan dan dihancurkan seluruh warisan nilai-nilai luhur dan dignity.
Saya tanya orang tua, apakah ada nama Hassanuddin yang pernah ada di Tiom? Apakah ada nama Pattimura dan Diponegoro yang pernah tinggal bersama dalam honai di Gilome/Omapaga? Apakah ada nona Kartini yang pernah di kampung Irinmuli?
Orang tua saya menjawab. Anak, ko sebut nama hantu darimana itu? Kami tidak tahu nama-nama hantu itu di kampung kami.
Generasi penerus rakyat dan bangsa West Papua, renungkanlah dan bongkarlah bangunan yang salah selama ini. Selamat menikmati. (Dr. Socratez Sofyan Yoman)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.